
Wartagereja.co.id – Jakarta, [30 Agustus 2025] – Menyikapi gejolak demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR/MPR, Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) menyampaikan pernyataan resmi. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi profesionalisme jurnalisme dan nilai-nilai kemanusiaan, PWGI menggarisbawahi beberapa hal penting terkait peristiwa ini.
Kami, PWGI, menyatakan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan kekerasan yang menelan korban jiwa. Dalam pandangan kami, kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan perbedaan. Sebaliknya, kami menyerukan agar semua pihak mengutamakan dialog dan menempuh jalur damai untuk menyampaikan aspirasi. Aspirasi rakyat adalah fondasi demokrasi, dan hak untuk menyampaikannya secara damai harus dihormati dan dilindungi.
Menjaga Integritas Pers dalam Menyampaikan Fakta
Kebebasan pers adalah pilar vital dalam demokrasi yang sehat. Dalam situasi seperti ini, peran pers sangat krusial. Jurnalis bertugas memotret fakta secara akurat, obyektif, dan bertanggung jawab tanpa tekanan dari pihak manapun. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan tidak bias agar dapat memahami situasi dengan benar.
PWGI, sebagai perkumpulan yang beranggotakan wartawan gereja, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan berita yang disebarkan tidak provokatif atau menyesatkan. Kami mendorong setiap wartawan untuk menjalankan tugasnya dengan berlandaskan integritas dan profesionalisme, menjunjung etika jurnalistik, dan memuat berita yang membangun. Tugas kita bukan hanya sekadar memberitakan, tetapi juga menjadi jembatan informasi yang dapat meredakan ketegangan dan mendorong dialog.
Mengedepankan Solusi Damai dan Toleransi
Kami percaya bahwa penyelesaian konflik terbaik adalah melalui komunikasi, bukan kekerasan. Ketika ada kesenjangan komunikasi antara rakyat dan wakilnya, dialog yang tulus dan terbuka menjadi satu-satunya jalan keluar. Kami menyerukan agar semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, maupun massa demonstran, menunjukkan kedewasaan dan menahan diri.
Mari semua pihak menempuh jalan demokrasi yang sehat demi stabilitas dan kesejahteraan bangsa. Demokrasi yang matang diukur dari kemampuan kita untuk mendengarkan satu sama lain, menghormati perbedaan, dan mencari solusi bersama. Kekuatan bangsa ini terletak pada persatuan, dan persatuan hanya dapat tumbuh subur di atas tanah keadilan, toleransi, dan dialog.
Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI)